
Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sms dari salah satu teman aku yaitu leha,, smsnya menginspirasi banget..
Dialog antara 2 akhwat..
A : ukhti sudah menikah?
B : belum ukh..
A : memang umur anti berapa?
B : 23 th ukh..
A : tetapi sudah punya calon kan?
B : insya allah sudah ada calon..
A : ouh, mending kalo begitu mah, jadi udah pasti ada yang diharapkan juga hari-hari ukhti ngga sedih karena sudah ada yang memperhatikan, ada yang menghibur kalau pas lagi sedih, ada temen ngobrol, jadi ngga boring, kalo belum punya calon kan bingung nanti.. orang mana ukh? namanya siapa? umurnya berapa? kerja apa? kapan mau menikah?
B : dia orang mana, namanya siapa, umurnya berapa, apa pekerjaannya dan kapan kami menikah saya tidak tahu ukh karena allah masih merahasiakan keberadaannya dariku, aku tidak bingung karena setiap manusia diciptakan berpasangan bukan? itu berarti aku sudah punya calon kan? hari-hari aku ngga sepi dan ngga boring karena aku punya banyak sahabat yang selalu hadir menghibur dan menasehati, bukan kah bila kita punya pacar justru kita akan ketergantungan, kenapa? pastinya kita akan merasa boring kalo kita ngga ditemani/dihibur dia, jadinya saudara, orang tua, dan sahabat malah tidak kita peduliin. Aku juga tidak merasa sedih karena tidak ada yang memperhatikan , malah aku sangat bahagia karena ada yang memperhatikan 24 jam tak pernah lelah/teridur. ya Allah kekasih tertinggi yang Maha Memperhatikan.
A : Tapi kalo kaya begitu bukannya anti jadi berharap pada sesuatu yang masih dalam hayalan? berharap pada sesuatu yang masih belum pasti?
B : tentu saja tidak ukhti, bukankah allah sudah menetapkan masing-masing jodoh kita? bukankah janji allah itu pasti? lagipula aku lebih bersyukur jika allah masih menunda kedatangannya kepadaku ukh, karena memang aku memang belum bisa menerima kehadirannya, jika dia dan cintanya menyapaku sekarang, itu hanya akan membuatku tersiksa ukh, karena masih jauh jangkauan kami untuk menghalalkan cinta kami dan jika cinta itu datang disaat yang belum tepat aku takut syaitan mengambil kesempatan emas dari cinta itu untuk menggoyahkan iman kami ukh, aku berharap allah mempertemukan kami nanti disaat yang tepat, disaat tidak ada lagi alasan yang menghalangi untuk menyempurnakan setengah dien..
jadi sekarang tidak usah khawatir lagi y ukhti.. mending sekarang kita fokusmemperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan kita agar kita pantas menjadi bidadari seorang pria soleh yang akan menuntun kita menuju syurga bersamanya.. amin..




