V. Analisis dan Hasil Penelitian
Cost of (Islamic) Deposits
Cost of deposits adalah biaya yang dikeluarkan bank untuk dibagi kepada nasabah penabung.
Komponen ini memengaruhi harga pembiayaan karena bank syariah memiliki tanggung
jawab dalam mengelola dana nasabah penabung sehingga hasilnya kemudian dapat dibagi
bersama.
Secara keseluruhan, bank syariah membayar tingkat pengembalian kepada nasabah
penabung lebih kecil dibdaningkan dengan yang diberikan bank konvensional, kecuali pada
tahun 2006. Namun, dapat dilihat pula perbedaan di antara kedua industri tidak terlalu
mencolok melainkan dapat dikatakan keduanya saling bersaing dalam usaha menarik nasabah
penabung.
Biaya Overheads – Capital Ratio
Biaya overheads adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk membayar
biaya operasional tidak langsung, seperti gaji atau upah, tagihan listrik, dan sejenisnya.
Sementara itu, capital adalah modal dasar yang dimiliki bank untuk menjalankan usahanya.
Lima tahun sebelumnya, yaitu ketika Maybank Islamic Berhad dan Public Islamic
Bank Berhad masih berupa Unit Usaha Syariah (UUS – jika dilihat dari konteks Indonesia)
dan belum menjadi Bank Umum Syariah (BUS), rasio overheads/capital pada industri
perbankan syariah masih mencapai nilai yang lebih tinggi dibdaningkan dengan
konvensional. Sehingga pada waktu itu terlihat bahwa bank syariah belum seefisien bank
konvensional (Beik dan Arsyianti, 2006).
Berbeda dengan lima tahun lalu, setelah kedua bank tersebut terlepas dari induknya
secara utuh (namun masih satu grup perusahaan), peran kedua bank sangat berarti dalam
meningkatkan keefisienan industri perbankan syariah. Hal ini sangat dimungkinkan karena
kedua bank tersebut lahir dari dua bank terbesar se-Malaysia jika ditinjau dari sisi aset.
Sementara itu, rasio overheads/capital dari bank syariah terus menunjukkan perbaikan.
Rasio ini menunjukkan seberapa besar porsi modal yang dimiliki digunakan untuk
pengeluaran biaya overheads bank. Dari sisi ini, bank syariah menunjukkan perbaikan dalam
mengelola modalnya. Agar performanya terus berkembang, maka yang dapat kita lakukan
adalah menambah modal bank. Sementara itu, pihak bank perlu mengelola pengeluarannya
dengan bijak.
Default Premium
Tingkat premi resiko kegagalan dapat berbeda antara bank yang satu dengan lainnya.
Penentuan komponen ini sangat ditentukan oleh karakter dan kemampuan nasabah
pembiayaan. Jika nasabah tersebut dapat dipercaya, maka bank mungkin akan mengajukan
tingkat premi resiko yang rendah terhadapnya.
Indikator yang biasa digunakan untuk melihat tingkat kegagalan nasabah pembiayaan
suatu bank adalah dengan melihat NPL (Non-Performing Loan) atau NPF (Non-Performing
Financing). NPL terkait dengan bank konvensional, sementara NPF terkait dengan bank
syariah. Oleh karena bank syariah tidak mengenal pinjaman selain qard hasan (pinjaman
tanpa bunga), penggunaan kata “pembiayaan” rasanya lebih tepat dipakai daripada
“pinjaman”. NPL / NPF dapat menunjukkan pengalaman bank pada masa lalu, sehingga bank
yang bersangkutan dapat menentukan tingkat premi resiko kegagalan dalam situasi tersebut.
Meskipun performa kedua industri mengalami peningkatan dari segi penanganan
kredit/pembiayaan macet, bank syariah nampaknya masih menghadapi nasabah yang kurang
dapat dipercaya dibdaningkan bank konvensional.
Secara keseluruhan, bank syariah dapat dikatakan menghadapi premi resiko kegagalan
yang lebih tinggi dibdaningkan bank konvensional. Oleh karena itu, mereka sepertinya
menghadapi nasabah yang tidak sebaik pada bank konvensional.
Oleh karena itu, dari semua komponen yang memengaruhi marjin keuntungan pada
harga pembiayaan yang diajukan kepada nasabah pembiayaan terutamanya dipengaruhi oleh
premi resiko kegagalan nasabah penabung dan overheads/capital. Sementara itu, cost of
deposits di kedua industri perbankan di Malaysia cukup bersaing.
Dari segi NPL/NPF, bank syariah perlu lebih berhati-hati dalam memilih nasabah
pembiayaannya. Bank perlu dengan lebih cermat memperhitungkan nasabah pembiayaannya
Laily Dwi Arsyianti
Dosen Program Studi Ekonomi Islam FAI-UIKA Bogor
agar tidak terjerumus dalam pembiayaan macet yang baru.
Minggu, 06 Januari 2013
Selasa, 13 Maret 2012
,,Jodoh yang datang pada waktu yg tepat,,

Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sms dari salah satu teman aku yaitu leha,, smsnya menginspirasi banget..
Dialog antara 2 akhwat..
A : ukhti sudah menikah?
B : belum ukh..
A : memang umur anti berapa?
B : 23 th ukh..
A : tetapi sudah punya calon kan?
B : insya allah sudah ada calon..
A : ouh, mending kalo begitu mah, jadi udah pasti ada yang diharapkan juga hari-hari ukhti ngga sedih karena sudah ada yang memperhatikan, ada yang menghibur kalau pas lagi sedih, ada temen ngobrol, jadi ngga boring, kalo belum punya calon kan bingung nanti.. orang mana ukh? namanya siapa? umurnya berapa? kerja apa? kapan mau menikah?
B : dia orang mana, namanya siapa, umurnya berapa, apa pekerjaannya dan kapan kami menikah saya tidak tahu ukh karena allah masih merahasiakan keberadaannya dariku, aku tidak bingung karena setiap manusia diciptakan berpasangan bukan? itu berarti aku sudah punya calon kan? hari-hari aku ngga sepi dan ngga boring karena aku punya banyak sahabat yang selalu hadir menghibur dan menasehati, bukan kah bila kita punya pacar justru kita akan ketergantungan, kenapa? pastinya kita akan merasa boring kalo kita ngga ditemani/dihibur dia, jadinya saudara, orang tua, dan sahabat malah tidak kita peduliin. Aku juga tidak merasa sedih karena tidak ada yang memperhatikan , malah aku sangat bahagia karena ada yang memperhatikan 24 jam tak pernah lelah/teridur. ya Allah kekasih tertinggi yang Maha Memperhatikan.
A : Tapi kalo kaya begitu bukannya anti jadi berharap pada sesuatu yang masih dalam hayalan? berharap pada sesuatu yang masih belum pasti?
B : tentu saja tidak ukhti, bukankah allah sudah menetapkan masing-masing jodoh kita? bukankah janji allah itu pasti? lagipula aku lebih bersyukur jika allah masih menunda kedatangannya kepadaku ukh, karena memang aku memang belum bisa menerima kehadirannya, jika dia dan cintanya menyapaku sekarang, itu hanya akan membuatku tersiksa ukh, karena masih jauh jangkauan kami untuk menghalalkan cinta kami dan jika cinta itu datang disaat yang belum tepat aku takut syaitan mengambil kesempatan emas dari cinta itu untuk menggoyahkan iman kami ukh, aku berharap allah mempertemukan kami nanti disaat yang tepat, disaat tidak ada lagi alasan yang menghalangi untuk menyempurnakan setengah dien..
jadi sekarang tidak usah khawatir lagi y ukhti.. mending sekarang kita fokusmemperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan kita agar kita pantas menjadi bidadari seorang pria soleh yang akan menuntun kita menuju syurga bersamanya.. amin..
Langganan:
Postingan (Atom)