Pas aku ngegantiin ibuku ngaji bulanan disalah satu yayasan haji, kebetulan membahas tentang nasibya orang2 beriman di alam barzah. Ustazd mengatakan bahwa orang-orang yang beriman di dunia nantinya di alam barzah akan mendapatkan banyak sekali rezky-rezky, dimana rezky yang Allah SWT berikan di dunia berbeda dengan rezky yang Allah SWT berikan di alam barzah. Berupa apa itu rezky??? Rezkynya adalah Allah SWT memberikan tayangan-tayangan kehidupan kita yang begitu bahagia nantinya di akhirat, sehingga selama mereka di alam barzah mereka selalu senang dan mereka mendapatkan rasa kepuasan seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan.
Manusia didunia mempunyai rasa senang dan kebahagian, namun belum tentu mendapatkan rasa kepuasan. Rasa kepuasan akan rezky-rezky Allah akan Allah janjikan bagi orang-orang beriman di alam barzah. Di alam barzah semua sekat-sekat akan Allah bukakan, tidak ada satupun yang menghalangi pandangan dengan kata lain Allah menuntut mereka untuk berfikiran luas. Di dunia kita tidak dapat melihat apa yang ada dibalik tembok, namun dialam barzah Allah akan membukaan semua halangan-halangan dalam pandangan, namun dialam barzah ada sekat besar yang membatasi kita untuk ke alam dunia. Sehingga tidak ada yang namanya ruh gentayangan, karena semua orang yang meninggal (terpisahnya jasat dengan ruh) pasti dan akan langsung menempati alam barzah dan mereka tetap akan hidup disisi Allah swt.
Manusia didunia mempunyai rasa senang dan kebahagian, namun belum tentu mendapatkan rasa kepuasan. Rasa kepuasan akan rezky-rezky Allah akan Allah janjikan bagi orang-orang beriman di alam barzah. Di alam barzah semua sekat-sekat akan Allah bukakan, tidak ada satupun yang menghalangi pandangan dengan kata lain Allah menuntut mereka untuk berfikiran luas. Di dunia kita tidak dapat melihat apa yang ada dibalik tembok, namun dialam barzah Allah akan membukaan semua halangan-halangan dalam pandangan, namun dialam barzah ada sekat besar yang membatasi kita untuk ke alam dunia. Sehingga tidak ada yang namanya ruh gentayangan, karena semua orang yang meninggal (terpisahnya jasat dengan ruh) pasti dan akan langsung menempati alam barzah dan mereka tetap akan hidup disisi Allah swt.
Orang yang beriman bisa melihat semua aktivitas orang-orang yang mereka tinggalkan dan mereka sayangi, mengalami kebahagiaan dan bisa pila mengalami kesedihan, contoh ada 2 orang beriman yaitu si A dan si B, si A dan si B meminta kepada malaikat ingin melihat orang-orang yang mereka sayangi di dunia, maka malaikat membukakanlah jedela dunia kepada mereka dengan seizin Allah swt. Ketika si A melihat keluarganya di dunia si A yang tadinya tersenyum menjadi tersenyum lebih lebar, sedangkan si B yang tadinya tersenyum tiba-tiba menjadi berubah murung. Lalu malaikat bertanya mengapa kau A menjadi tersenyum lebar?, si A menjawab aku bahagia!!! karena bisa melihat anak-anakku tetap menjalankan warisanku, apa itu warisannya?? yaitu Ilmu. ilmu yang amat sangat bermanfaat bagi anak-anaknya,, Subhanaallah.. Ilmu itu adalah ilmu silaturahmi, anak-anaknya tetap bersilahturahmi kepada saudara-saudara jauhnya. Ketika malaikat bertanya kepada si B mengapa ia jadi murung?. Dia menjawab dia sedih karena malihat keluarganya memperebutkan harta warisannya,, astagfirullah..
si A selama didunia terus-menerus mencari harta sebanyak-banyaknya, agar dia dapat memberikan warisan kepada keluarganya agar mereka tidak kufur, karena munculnya kufur adalah salah satunya karena miskin harta. Namun konflik keluarga si B lantas tidak memberikan siksa kepada si B, mengapa? karena ketika manusia meninggal dunia maka tutup bukulah semua amal-amalan baik dan buruknya, dan kita sebagai orang yang ditinggalkan harus menjaga amalan-amalannya dan menutup-nutupi semua aibnya, karena barangsiapa yang pintar menutupi aib saudaranya maka Allah SWT akan menutupi aibnya di akhirat,, subhanaallah..
si A selama didunia terus-menerus mencari harta sebanyak-banyaknya, agar dia dapat memberikan warisan kepada keluarganya agar mereka tidak kufur, karena munculnya kufur adalah salah satunya karena miskin harta. Namun konflik keluarga si B lantas tidak memberikan siksa kepada si B, mengapa? karena ketika manusia meninggal dunia maka tutup bukulah semua amal-amalan baik dan buruknya, dan kita sebagai orang yang ditinggalkan harus menjaga amalan-amalannya dan menutup-nutupi semua aibnya, karena barangsiapa yang pintar menutupi aib saudaranya maka Allah SWT akan menutupi aibnya di akhirat,, subhanaallah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar